TRI SULISTINI

Guru di SMPN 6 Pamekasan...

Selengkapnya

Ramadhan 10: ANAK MUDA

Pagi ini aku menemani orang-orang muda (jadi berasa tua seketika karena yang di depan mata umurnya jauh di bawahku). Mereka bekerja keras berhari-hari. Pagi tak istirahat. Malam pun masih begadang di depan komputer dan pekerjaan-pekerjaan lain. Lelah? Jangan ditanya. Apalagi ini ramadhan. Pagi ini, kerja berhari-hari itu harus dipertanggungjawabkan. Akreditasi sekolah. Ya, sekolah kami yang sudah sepuluh tahun berdiri ini, sudaj terakreditasi. Ini tahun kedua sekolah kami dikunjungi dan dinilai (visitasi).

Bukan soal kerja berlembur-lembur itu yang ingin aku soroti. Bukan pula menyoal betapa beratnya proses akreditasi sekolah ini, karena sejak pukul setengah sembilan pagi, proses visitasi itu baru selesai menjelang pukul empat sore. Bukan itu. Aku lebih tertarik menyoal tentang anak muda, ya mereka yang ada di depanku tadi, hampir semuanya merupakan anak muda. Karakter mereka adalah karakter anak muda pada umumnya. Menggebu-gebu, punya idealisme tinggi, punya kreatifitas tinggi, lebih sering sulit diatur daripada taat azas, punya banyak keinginan dan pasti berusaha kerad untuk mewujudkan keinginan itu, dan yang pasti mereka suka sekali dengan trial and error. Beda sekali dengan golongan tua. Hanya bisa dihitung dengan jari golonganku yang masih punya daya juang tinggi dan full spirit itu. Lebih mencari rasa aman dan patuh pada aturan, kurang kreatif, dan lebih suka menunggu, wait and see. Maka, jangan salah mengelola anak muda. Salah kelola, mereka akan jadi lebih tua daripada kaum tua itu sendiri. Ikuti maunya, tapi tetap kita awasi dan kita batasi.

Maka tak salah, jika dalam dunia kepemimpinan, anak muda menjadi andalan. Menjadi ujung tombak perubahan dan pencapaian tujuan. Golongan ini memang lebih diperlukan semangat juangnya. Sementara orang-orang tua menjadi penyeimbang. Golongan yang menahan laju mereka agar tidak terlalu kencang betlari dan tabrak sana-sini. Kaum tua ini memang lebih dibutuhkan pada kearifannya.

Sekolahku ini beruntung sekali. Meski aku tahu, tak mudah memang mengatur anak-anak muda, tapi sekolahku ini sangat beruntung. Karena delapan puluh persen tenaga pendidik dan tenaga kependidikannya adalah anak-anak muda. Katanya, entahlah, dari buku-buku yang aku baca, lembaga yang mempunyai lebih banyak anak-anak muda yang bersemangat dan kreatif di dalamnya, maka lembaga itu akan bergerak dinamis dan cepat maju.

Pagi ini aku melihat buktinya. Anak-anak muda itu bekerja tak mengenal lelah. Menjawab semua pertanyaan asesor. Menyiapkan ini itu yang diminta asesor. Kurang dilengkapi. Bekerjanya cepat. Cepat sekali. Sampai suami berkata, "Mereka bekerja seolah-olah punya lebih dari dua kaki dan dua tangan. Aku tak mampu melakukan semua itu." Begitulah, masa itu ternyata telah begitu cepat kami lewati! Masa muda itu berlalu begitu cepat meninggalkan kami! Meski terkadang kami tak menyadari.

Pamekasan, 150519

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali